Profile

Join date: Aug 5, 2022

About

DUIT123, TERUNGKAP!! INILAH ALASAN JNE KUBUR KARUNGAN BANSOS DI DEPOK

Pihak jasa ekspedisi JNE telah memberikan sebuah klarifikasi ke polisi terkait bekas temuan beras bansos berkarung-karung yang dikubur di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam pemeriksaan di Polres Metro Depok, JNE mengungkapkan dengan beralasan mengubur beras tersebut karena kondisinya telah rusak. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa JNE sebagai kurir menerima kontrak dari PT DNR selaku distributor untuk menyalurkan beras tersebut kepada warga di wilayah Kota Depok di 2020. PT DNR sendiri adalah vendor pemenang lelang yang bertugas untuk mendistribusikan beras bansos kepada warga sesuai lis dari pemerintah.

Zulpan menjelaskan juga pada konferensi pers di Mapolda Metro Jaya pada Senin 1 Agustus 2022 bahwa "Beras tersebut sudah disiapkan oleh pemenang lelang PT DNR. Beras tersebut bisa diambil oleh JNE di gudang Bulog yang berlokasi di Pulo Gadung atas perintah dari PT DNR. Kemudian setelah itu, JNE mendistribusikan beras ini kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai dengan list yang mereka sudah terima," Akan tetapi, pihak JNE mengaku bahwa saat proses pengiriman dari gudang Bulog beras tersebut mengalami kerusakan akibat terkena hujan.

Ia juga menambahkan "Pada saat pengambilan di suatu waktu di gudang Bulog itu alami gangguan dalam perjalanan akibat cuaca hujan deras, sehingga beras dalam kondisi rusak," Zulpan menyebut pihak JNE belum bisa memberikan bukti kapan beras yang diambil itu rusak karena hujan. Namun, pihak JNE mengaku telah mengganti beras rusak yang ditimbun itu kepada pemerintah."Karena beras basah dan beras itu telah diganti oleh JNE dengan paket lainnya yang setara. Ini masih kita lakukan pendalaman dengan dokumen dan siapa orang yang dapat beras tersebut," sambung Zulpan.

JNE mengklaim beras yang ditimbun tersebut sudah menjadi miliknya karena JNE telah mengganti kepada pemerintah. Hanya, polisi belum mendapatkan dokumen dari JNE terkait klaim tersebut."Beras yang ditimbun menurut pengakuan JNE merupakan beras yang rusak. Mereka anggap beras itu sudah menjadi milik JNE karena JNE telah mengganti kepada pemerintah. Tapi keterangan ini belum didukung dokumen baru secara lisan. Makanya ini akan kita dalami lagi," katanya.


 

Tuti Wong

More actions